31 Oct 2023

Apa Itu CRM (Customer Relationship Management)?

Mengenal Apa Itu CRM
Perusahaan yang tumbuh cepat biasanya menghadapi masalah yang sama, yaitu data pelanggan tersebar, follow-up tidak konsisten, laporan penjualan sulit dipercaya, dan kolaborasi antar tim tersendat. Di tahap ini, memahami apa itu CRM bukan sekadar teori, tapi kebutuhan operasional agar penjualan dan layanan berjalan rapi. Apa itu CRM? Mari kita pelajari pengertiannya. Kita juga akan membahas tujuannya dalam bisnis, manfaat, hingga jenis-jenisnya. Banyak hal menarik tentang CRM yang akan dibahas di artikel ini!

Apa Itu CRM?

Customer Relationship Management atau CRM adalah sebuah perangkat lunak atau software yang memungkinkan bisnis untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola informasi pelanggan dan calon pelanggan. Ini digunakan untuk membangun dan menjaga hubungan dengan mereka. Intinya, CRM atau bahasa Indonesianya manajemen hubungan pelanggan adalah tempat yang terorganisir untuk data pelanggan dan semua proses yang terkait dengan pengelolaannya. Sebagian perusahaan masih mengandalkan lembar kerja dan proses manual. Keterbatasan dari metode ini menjadi jelas ketika bisnis berkembang. Perusahaan Anda tidak akan bisa tumbuh dengan efektif tanpa menerapkannya. Ketika perusahaan memahami apa itu CRM secara benar, hal ini akan menjadi “single source of truth” untuk pelanggan dan transaksi. Hal ini mempercepat eksekusi, mengurangi pekerjaan berulang, dan meningkatkan kualitas keputusan bisnis.

Tujuan CRM dalam Bisnis

  Customer Relationship Management Concept Setelah mengetahui apa itu CRM, kita mengetahui bahwa penggunaannya dalam bisnis justru sangat penting dibandingkan tidak sama sekali. Memang, jika bisnis Anda untuk sekarang ini masih kecil tidak akan terasa pentingya aplikasi ini. Tapi jika sudah mulai berkembang? Atau ingin berkembang tentu saja CRM adalah software yang wajib Anda miliki. Beberapa tujuan CRM dalam bisnis yang perlu untuk Anda ketahui adalah sebagai berikut:

1. Proses Penjualan Lebih Konsisten dan Terstandar

Tanpa standar, setiap sales bekerja dengan gaya masing-masing sehingga cara mencatat lead berbeda, follow-up tidak seragam, dan stage deal tidak jelas. Aplikasi CRM membuat alur kerja lebih baku, sehingga tim punya definisi yang sama tentang tahapan penjualan. Saat software ini dipakai sebagai sistem kerja, bukan sekadar alat, manajer bisa memastikan semua prospek melewati tahapan yang benar. Akibatnya, kualitas eksekusi lebih merata dan hasil tim tidak bergantung pada satu orang “jagoan”.

2. Pipeline Terlihat Jelas, Forecast Lebih Realistis

Bisnis sering “menebak” pendapatan bulan depan karena tidak punya data pipeline yang rapi. Software CRM membuat pipeline transparan, mulai dari jumlah deal, nilai deal, peluang menang, dan hambatan di tiap tahap. Jika CRM dipahami sebagai alat kontrol, forecast menjadi lebih akurat karena berdasar data aktivitas (call, meeting, proposal) dan progres stage. Hal ini membantu perencanaan stok, target, dan strategi pemasaran lebih tepat.

3. Lead Tidak Bocor

Lead bocor biasanya terjadi karena dua hal, yaitu lupa follow-up dan tidak ada prioritas. Software CRM memaksa setiap prospek punya “next action”, lengkap dengan tenggat dan penanggung jawab. Dalam aplikasi CRM , reminder dan otomatisasi mengurangi risiko prospek dibiarkan diam terlalu lama. Ketika dijalankan dengan disiplin, peluang closing naik karena respons lebih cepat dan konsisten.

4. Kolaborasi Antar Tim Berjalan Tanpa Friksi

Masalah klasik yang biasa terjadi adalah marketing mengirim lead, sales tidak punya konteks, customer service tidak tahu janji sales, tim finance mengejar data yang tidak lengkap. Aplikasi CRM menyatukan informasi agar handover antartim jelas. Kalau aplikasi ini diterapkan lintas departemen, semua pihak melihat riwayat yang sama dari sumber lead sampai status layanan. Hal ini mengurangi miskomunikasi dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

5. Kinerja Time Lebih Terukur dan Akuntabel

Tanpa data, evaluasi kinerja jadi subjektif. CRM mencatat aktivitas harian dan metrik penting, mulai dari jumlah follow-up, conversion rate, cycle time, hingga deal won/lost.

6. Peningkatkan Peluang Penjualan

Software CRM sangat bisa memberikan informasi dan wawasan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi lebih banyak peluang penjualan. Oleh karena itu pentingnya untuk mengelola customer relationship management.

7. Segmentasi Pelanggan dengan Mudah

Terakhir, CRM memungkinkan Anda untuk mengelompokkan pelanggan berdasarkan indikator pembelian seperti riwayat, demografi, keterlibatan, dan tingkat minat, dan sebagainya untuk disesuaikan dengan titik penjualan yang tepat dan komunikasi yang mudah.

Manfaat CRM

Setelah mengetahui apa itu CRM dan tujuan penggunaanya dalam bisnis, Costumer Relationship Management dapat dibedakan menjadi dua manfaat, yaitu manfaatnya dalam segi bisnis dan manfaatnya bagi perusahaan Anda itu sendiri. Dua hal ini memang berbeda. Secara logika, jika CRM bermanfaat untuk bisnis, maka bisnis Anda akan berkembang. Hal ini bisa terjadi melalui peningkatan penjualan atau hubungan yang lebih baik dengan pelanggan. Sedangkan manfaat CRM bagi perusahaan adalah manfaat yang didapatkan perusahaan seperti struktur kerja yang lancar atau hal lain yang menjadi manfaatnya.
Baca Juga: Meningkatkan Penjualan dengan Menggunakan CRM
Berikut, manfaat CRM secara garis besar, di antaranya:

1. Meningkatkan Konversi Penjualan

CRM membuat tim fokus pada prospek yang paling potensial karena semua aktivitas dan status terlihat. Prioritas menjadi berbasis data, bukan asumsi. Dengan aplikasi CRM, tim bisa membangun rutinitas follow-up yang rapi, mulai dari kapan menghubungi ulang, materi apa yang dikirim, dan langkah negosiasi berikutnya. Saat software ini dipakai benar, conversion rate biasanya naik karena proses lebih disiplin.

2. Meningkatkan Kualitas Layanan dan Kepuasan Pelanggan

CRM menyimpan riwayat komunikasi, masalah, permintaan, dan preferensi pelanggan. Customer service tidak perlu mengulang pertanyaan yang sama, sehingga pelanggan merasa ditangani lebih cepat dan personal. Dalam software CRM, akses ke konteks pelanggan membuat respons lebih tepat. Memahami apa itu CRM  sebagai pusat informasi pelanggan dengan baik akan langsung berdampak pada kualitas layanan.

3. Menghemat Waktu Operasional Melalui Otomatisasi

Pekerjaan rutin seperti input data berulang, reminder follow-up, assignment lead, dan status update sering menyita waktu. CRM mengurangi beban ini lewat workflow dan otomatisasi. Aplikasi CRM yang dirancang baik membuat tim lebih fokus pada aktivitas yang menghasilkan revenue. Ketika hal ini diterapkan, jam kerja produktif meningkat karena pekerjaan administratif dipangkas.

4. Meningkatkan Kualitas Data untuk Pengambilan Keputusan

Data yang tersebar membuat analisis tidak valid. CRM memusatkan data sehingga bisnis bisa membaca tren yang benar, mulai dari sumber lead terbaik, alasan deal gagal, atau produk yang paling cepat terjual. Jika software CRM dipakai sebagai “sistem pencatatan resmi”, keputusan strategis menjadi lebih tajam. Pada akhirnya akan menjadi fondasi data untuk pertumbuhan yang terukur.

5. Mempercepat Pertumbuhan Tanpa Kehilangan Kendali

Banyak bisnis bisa naik omzet tapi justru kacau secara operasional. CRM menjaga struktur saat tim bertambah: proses tetap sama, data tetap rapi, dan laporan tetap bisa dipercaya.

Kelebihan CRM ketika Digunakan dengan Benar

Menggunakan CRM untuk bisnis tentu saja sangat penting, tidak bisa dipandang sebelah mata. Software ini ternyata bisa memiliki banyak sekali kelebihan. Berikut ini adalah kelebihan Customer Relationship Management untuk bisnis yang Anda kelola:

1. Satu Sumber Data Pelanggan yang Rapi dan Terpusat

Spreadsheet sering memunculkan “versi berbeda” karena file berpindah tangan dan format tidak seragam. CRM mengunci struktur data sehingga semua orang bekerja pada informasi yang sama. Saat software ini dijalankan sebagai pusat data, risiko kehilangan informasi menurun. Aplikasi CRM juga memudahkan pencarian data pelanggan dalam hitungan detik, bukan membuka banyak file.

2. Otomatisasi Proses yang Mengurangi Human Error

Human error muncul dari pekerjaan repetitif, mulai dari salah input, lupa follow-up, salah assign lead. CRM mengurangi error lewat workflow otomatis dan aturan proses. Software CRM membantu menstandardisasi langkah-langkah penting. Ketika memahami apa itu CRM sebagai alat sistemisasi, kualitas eksekusi meningkat karena proses tidak lagi manual.

3. Integrasi dengan Kanal Kerja dan Alat Bisnis

CRM modern biasanya bisa terhubung dengan email, telepon, form website, kalender, hingga tools kolaborasi. Integrasi ini mengurangi input manual dan memastikan aktivitas tercatat otomatis. Dengan aplikasi CRM yang terintegrasi, tim tidak perlu lompat-lompat tool untuk mengecek konteks. Sehingga software ini akan menjadi “hub” kerja yang menyatukan alur komunikasi dan penjualan.

4. Kontrol Akses dan Keamanan Data Lebih Baik

Spreadsheet mudah tersebar dan sulit dikontrol aksesnya. CRM menyediakan role-based access: siapa boleh melihat apa, siapa boleh mengubah apa, serta jejak perubahan. Saat software CRM dipakai, keamanan data pelanggan lebih terjaga. Hal ini penting ketika perusahaan ingin menerapkan digital workspace dan memastikan kepatuhan internal.

5. Mudah Diskalakan untuk Tim dan Cabang

Metode manual biasanya runtuh saat tim bertambah. CRM membuat proses tetap stabil karena struktur kerja sudah tertanam di sistem.

Elemen Pembangun CRM

Aplikasi CRM menyediakan visibilitas real-time untuk keputusan cepat. Saat software ini diterapkan sebagai alat pengukuran, bisnis bisa memperbaiki strategi berdasarkan data, bukan opini. Berikut beberapa elemen pembangun CRM, diantaranya sebagai berikut:

1. Data Pelanggan dan Perusahaan

Elemen paling dasar adalah database yang berisi kontak, perusahaan, industri, ukuran perusahaan, lokasi, serta histori transaksi. Tanpa data yang rapi, CRM tidak akan menghasilkan insight. Dalam software ini, data harus memiliki standar input agar konsisten. CRM yang efektif selalu dimulai dari kedisiplinan data.

2. Pipeline dan Tahapan Penjualan

Pipeline memetakan perjalanan prospek hingga menjadi pelanggan. Tahapan harus sesuai proses bisnis, mulai dari lead masuk, kualifikasi, penawaran, negosiasi, hingga closing. Software ini memungkinkan setiap deal punya status yang jelas. Jika memaami apa itu crm sebagai alat kontrol proses, pipeline menjadi sumber utama untuk memantau kesehatan penjualan.

3. Manajemen Aktivitas dan Tindak Lanjut

CRM harus mengelola aktivitas call, meeting, email, reminder, dan catatan follow-up. Aktivitas ini adalah “bukti kerja” yang membuat progres deal bisa dipantau. Dalam aplikasi ini, aktivitas juga membantu tim bekerja lintas shift atau lintas orang. CRM pada dasarnya menjaga kontinuitas komunikasi agar tidak putus ketika penanggung jawab berubah.

4. Otomatisasi dan Workflow

Workflow mengatur atura: kapan task dibuat, kapan notifikasi dikirim, kapan status berubah, dan siapa yang ditugaskan. Automasi yang tepat membuat tim lebih cepat dan konsisten. Software yang kuat memungkinkan proses berjalan rapi tanpa bergantung pada disiplin manual semata. Memahami apa itu crm dengan baik berarti menempatkannay sebagai workflow sebagai inti efisiensi.

5. Pelaporan, Dashboard, dan Analitik

CRM tanpa laporan hanya jadi tempat input data. Dashboard harus menampilkan metrik: jumlah lead, conversion rate, nilai pipeline, deal won/lost, dan performa per channel/per sales.

Jenis Sistem Customer Relationship Management (CRM)

Jika Anda sudah memahami apa itu CRM, tujuannya, dan tugasnya, jangan terburu-buru membeli aplikasi ini. Anda perlu tahu bahwa ada beberapa jenis sistem CRM yang harus Anda pelajari. Berikut ini adalah beberapa jenis sistem CRM:

1. Operasional

Sistem CRM operasional dirancang untuk membantu melaksanakan fungsi penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan. Mereka membantu menyusun dan mengelola segala cara interaksi perusahaan Anda dengan pelanggan.

2. Analitik

Sementara sistem CRM operasional membantu membawa prospek ke dalam alur penjualan Anda, sistem CRM analitik memungkinkan Anda memahami bagaimana prospek bergerak melalui alur penjualan Anda. Sistem CRM analitik menangkap, menyimpan, dan menganalisis data pelanggan. Hal ini memberikan wawasan tentang interaksi pelanggan dengan bisnis Anda. Dengan informasi ini, Anda bisa menilai efektivitas pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan. Anda juga dapat menyesuaikan strategi Anda berdasarkan data tersebut. Anda mungkin menjalankan laporan tentang enam kampanye pemasaran terbaru, menganalisis data untuk menilai efektivitasnya, dan membuat model kampanye masa depan berdasarkan taktik contoh yang berhasil.

3. Kolaboratif

Dalam bisnis besar, tim penjualan, pemasaran, dan dukungan pelanggan sering berkolaborasi dalam akun klien. Tujuan utama dari CRM kolaboratif adalah meningkatkan pengalaman pelanggan dan menyederhanakan proses bisnis dengan memfasilitasi komunikasi antara departemen.

4. Strategis

CRM strategis kadang-kadang digabungkan dengan CRM kolaboratif dan menyediakan banyak fitur yang sama. Perbedaannya adalah bahwa sementara CRM kolaboratif berfokus pada perbaikan segera, CRM strategis berkonsentrasi pada keterlibatan pelanggan jangka panjang. Tujuan utamanya adalah mendukung retensi pelanggan dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

Cara Mengimplementasikan CRM

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Perangkat Lunak CRM?
Dalam pengerjaannya, software CRM ini perlu diimplementasi dalam beberapa tahapan, yaitu:

1. Tetapkan Tujuan, Ruang Lingkup, dan KPI

Implementasi CRM gagal jika tujuannya kabur. Tentukan hasil yang ingin dicapai, bisa berupa menaikkan conversion rate, mempercepat respons, mengurangi lead bocor, atau meningkatkan retensi. Setelah tujuan jelas, turunkan menjadi KPI yang bisa diukur di software CRM. Aplikasi ini dalam implementasi adalah proyek perubahan proses, jadi KPI harus realistis dan dipantau rutin.

2. Audit Proses Bisnis yang Berjalan Sekarang

Petakan alur lead masuk, kualifikasi, penawaran, approval, sampai handover ke layanan. Cari titik bocor, stage yang sering macet, alasan follow-up terlambat, atau data yang sering hilang. Audit ini menentukan desain pipeline dan aturan di aplikasi. Memahaminya berarti menyesuaikan sistem dengan proses bisnis, bukan memaksa bisnis mengikuti fitur tanpa arah.

3. Pilih Platform dan Susun Struktur Data

Pilih aplikasi CRM berdasarkan kebutuhan pipeline, automasi, kolaborasi, integrasi, dan skala user. Tentukan juga apakah lebih cocok cloud atau on-premise sesuai kebijakan keamanan dan kontrol. Susun struktur data sejak awal, mulai dari field wajib, format input, definisi stage, dan standar penamaan. Software yang rapi sejak awal menghindari kekacauan data saat volume meningkat.

4. Siapkan Migrasi Data dan Aturan Penggunaan

Bersihkan data lama, seperti duplikasi kontak, format nomor telepon, email tidak valid, dan segmentasi yang tidak konsisten. Migrasi yang buruk akan merusak kepercayaan tim pada sistem. Buat aturan penggunaan yang tegas, mulai dari setiap lead wajib punya next action, setiap komunikasi dicatat, dan setiap deal harus berada di stage yang benar. CRM akan terasa dampaknya saat aturan ini dijalankan.

5. Rollout Bertahap, Training Berbasis Skenario, dan Evaluasi

Mulai dari satu tim atau satu pipeline, lalu perluas. Training harus berbasis skenario nyata, seperti cara input lead, cara follow-up, cara membuat deal, cara membaca laporan, dan cara handover ke CS.

Dapatkan Solusi Aplikasi CRM Terbaik dari Askarasoft

Askarasoft dibangun untuk membantu perusahaan menciptakan digital workspace, yaitu sistem yang memungkinkan akses aplikasi dan layanan kapan pun dan di mana pun, sekaligus mendorong digitalisasi proses kerja. Tantangan yang umum muncul biasanya terkait pemilihan platform, kesiapan infrastruktur, perubahan kultur kerja, dan keamanan. Sebagai mitra Bitrix, Askarasoft membantu perusahaan menjalankan digitalisasi dan kolaborasi karyawan melalui Bitrix24, termasuk implementasi CRM yang terintegrasi dengan aktivitas tim. Selain CRM, Askarasoft juga membantu penguatan ekosistem digital lewat Learning Management System, Security Testing System, dan ERP. Untuk kebutuhan fleksibel, Bitrix24 Cloud tersedia dengan minimal pembelian 1 tahun: BASIC Rp 1.067.500/bulan (atau Rp 213.500/user/bulan, minimal 5 user), STANDARD Rp 2.170.000/bulan (atau Rp 43.400/user/bulan, minimal 50 user), dan PROFESSIONAL Rp 4.357.500/bulan (atau Rp 43.575/user/bulan, minimal 100 user). Jika perusahaan butuh kontrol lebih, tersedia Bitrix24 On-Premise mulai dari Rp 5 jutaan/bulan atau sekitar Rp 100 ribuan/user/bulan di tahun pertama, dengan potensi hemat hingga 50% di tahun kedua. Dengan analisis yang lebih baik dan pemantauan kinerja tim yang lebih transparan, perusahaan dapat menjalankan strategi penjualan yang lebih jitu dan efektif menggunakan CRM yang terstruktur. Dapatkan Solusi Aplikasi CRM Terbaik dari Askarasoft sekarang!
0 Comment

Leave a Comment